Tampilkan postingan dengan label Kulit Kelamin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kulit Kelamin. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 November 2010

Stevens-Johnson Syndrome

Pendahuluan

Steven-Johnson Syndrome (SJS) merupakan reaksi hipersensitivitas yang diperantarai kompleks imun yang merupakan bentuk yang berat dari eritema multiformis. SJS dikenal pula sebagai eritem multiformis mayor. SJS umumnya melibatkan kulit dan membran mukosa. Ketika bentuk minor terjadi, keterlibatan yang signifikan dari mulut, hidung, mata, vagina, uretra, saluran pencernaan, dan membran mukosa saluran pernafasan bawah dapat berkembang menjadi suatu penyakit. Keterlibatan saluran pencernaan dan saluran pernafasan dapat berlanjut menjadi nekrosis. SJS merupakan penyakit sistemik serius yang sangat potensial menjadi penyakit yang sangat berat dan bahkan menjadi sebuah kematian.

Stevens-Johnson Syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) sejak dahulu dianggap sebagai bentuk eritem multiformis yang berat. Baru-baru ini diajukan bahwa eritema multiformis mayor berbeda dari SJS dan TEN pada dasar penentuan kriteria klinis. Konsep yang diajukan tersebut adalah untuk memisahkan spectrum eritem multiformis dari spectrum SJS/TEN. Eritem multiformis, ditandai oleh lesi target yang umum, terjadi pasca infeksi, sering rekuren namun morbiditasnya rendah. Sedangkan SJS/TEN ditandai oleh blister yang luas dan makulopapular, biasanya terjadi karena reaksi yang diinduksi oleh obat dengan angka morbiditas yang tinggi dan prognosisnya buruk. Dalam konsep ini, SJS dan TEN kemungkinan sama-sama merupakan proses yang diinduksi obat yang berbeda dalam derajat keparahannya. Terdapat 3 derajat klasifikasi yang diajukan :

1. Derajat 1 : erosi mukosa SJS dan pelepasan epidermis kurang dari 10%

2. Derajat 2 : lepasnya lapisan epidermis antara 10-30%

3. Derajat 3 : lepasnya lapisan epidermis lebih dari 30%

klinis eritem multiformis, stevens-johnson syndrome, dan toxic epidermal necrolysis

Gambar 1. Perbedaan Eritema multiformis, Stevens-Johnson Syndrome, Toxic Epidermal Necrolysis

Definisi

Stevens-Johnson Syndrome adalah sebuah kondisi mengancam jiwa yang mempengaruhi kulit dimana kematian sel menyebabkan epidermis terpisah dari dermis. Sindrom ini diperkirakan oleh karena reaksi hipersensitivitas yang mempengaruhi kulit dan membrane mukosa. Walaupun pada kebanyakan kasus bersifat idiopatik, penyebab utama yang diketahui adalah dari pengobatan, infeksi dan terkadang keganasan.

Penyebab

Sindrom Stevens Johnson dapat disebabkan oleh karena :

1. Infeksi (biasanya merupakan lanjutan dari infeksi seperti virus herpes simpleks, influenza, gondongan/mumps, histoplasmosis, virus Epstein-Barr, atau sejenisnya),

2. Efek samping dari obat-obatan (allopurinol, diklofenak, fluconazole, valdecoxib, sitagliptin, penicillin, barbiturat, sulfonamide, fenitoin, azitromisin, modafinil, lamotrigin, nevirapin, ibuprofen, ethosuximide, carbamazepin),

3. Keganasan (karsinoma dan limfoma), atau

4. Faktor idiopatik (hingga 50%).

Sindrom Stevens Johnson juga dilaporkan secara konsisten sebagai efek samping yang jarang dari suplemen herbal yang mengandung ginseng. Sindrom Steven Johnson juga mungkin disebabkan oleh karena penggunaan kokain.

Walaupun SJS dapat disebabkan oleh infeksi viral, keganasan atau reaksi alergi berat terhadap pengobatan, penyebab utama nampaknya karena penggunaan antibiotic dan sulfametoksazole. Pengobatan yang secara turun menurun diketahui menyebabkan SJS, eritem multiformis, sindrom Lyell, dan nekrolisis epidermal toksik diantaranya sulfonamide (antibiotik), penisilin (antibiotic), barbiturate (sedative), lamotrigin (antikonvulsan), fenitoin – dilantin (antikonvulsan). Kombinasi lamotrigin dengan asam valproat meningkatkan resiko dari terjadinya SJS.

Patofisiologi

Stevens-Johnson Syndrome merupakan penyakit hipersensitivitas yang diperantarai oleh kompleks imun yang mungkin disebabkan oleh beberapa jenis obat, infeksi virus, dan keganasan. Kokain saat ini ditambahkan dalam daftar obat yang mampu menyebabkan sindroma ini. Hingga sebagian kasus yang terdeteksi, tidak terdapat etiologi spesifik yang dapat diidentifikasi.

Di Asia Timur, sindroma yang disebabkan carbamazepine dan fenitoin dihubungkan erat dengan (alel B*1502 dari HLA-B). Sebuah studi di Eropa menemukan bahwa petanda gen hanya relevan untuk Asia Timur. Berdasarkan dari temuan di Asia, dilakukan penelitian serupa di Eropa, 61% SJS/TEN yang diinduksi allopurinol membawa HLA-B58 (alel B*5801 – frekuensi fenotif di Eropa umumnya 3%), mengindikasikan bahwa resiko alel berbeda antar suku/etnik, lokus HLA-B berhubungan erat dengan gen yang berhubungan.

Manifestasi Klinis

SJS biasanya mulai timbul dengan gejala-gejala seperti infeksi saluran pernapasan atas yang tidak spesifik, kadang-kadang 1-14 hari. Ada demam, susah menelan, menggigil, nyeri kepala, rasa lelah, sering kali juga muntah-muntah dan diare. Muncul kelainan kulit, seperti koreng, melepuh, sampai bernanah, serta sulit makan dan minum. Bahkan juga mengenai saluran kencing menyebabkan nyeri.

Kelainan kulit bisa dimulai dengan bercak kemerahan tersebar vesikel dan membesar hingga menimbulkan jaringan parut, terutama pada selaput lendir seperti di hidung, mulut, mata, alat kelamin, dan lain-lain. Berat ringannya manifestasi klinis SJS bervariasi pada tiap individu bisa dari yang ringan sampai berat menimbulkan gangguan pernapasan dan infeksi berat sampai mematikan.

manifestasi klinis sjs








Gambar 2. Manifestasi Klinis Steven-Johnson Syndrome


Penatalaksanaan

Seluruh pengobatan harus dihentikan, khususnya yang diketahui menyebabkan reaksi SJS. Penatalaksanaan awalnya sama dengan penanganan pasien dengan luka bakar, dan perawatan lanjutan dapat berupa suportif (misalkan cairan intravena) dan simptomatik (misalkan analgesik, dll), tidak ada pengobatan yang spesifik untuk penyakit ini. Kompres saline atau Burow solution untuk menutupi luka kulit yang terkelupas/terbuka. Alternatif lainnya untuk kulit adalah penggunaan calamine lotion. Pengobatan dengan kortikosteroid masih kontroversial semenjak hal itu dapat menyebabkan perburukan kondisi dan peningkatan resiko untuk terkena infeksi sekunder. Zat lainnya yang digunakan, antara lain siklofosfamid dan siklosporin, namun tidak ada yang berhasil. Pemberian immunoglobulin intravena menunjukkan suatu hal yang menjanjikan dalam mengurangi durasi reaksi alergi dan memperbaiki gejala. Pengobatan suportif lain diantaranya penggunaan anestesi nyeri topikal dan antiseptic, yang dapat menjaga lingkungan tetap hangat, dan penggunaan analgesic intravena. Seorang oftalmologis atau optometris harus dikonsultasikan secepatnya, oleh karena SJS sering menyebabkan pembentukan jaringan parut di dalam bola mata yang kemudian menyebabkan vaskularisasi kornea dan terganggunya penglihatan, dan gangguan mata lainnya. Diperlukan pula adanya program fisioterapi setelah pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Prognosis

Steven-Johnsons Syndrome (dengan < 10% permukaan tubuh terlibat) memiliki angka kematian sekitar 5%. Resiko kematian bisa diperkirakan dengan menggunakan skala SCORTEN, dengan menggunakan sejumlah faktor prognostic yang dijumlahkan. Outcome lainnya termasuk kerusakan organ dan kematian.
Tabel 1. Perbedaan Eritema Multiformis, Steven-Johnsons Syndrome, dan Toxic Epidermal Necrolysis

Kamis, 07 Oktober 2010

Tumor kulit jinak Keratoakantoma

Tumor kulit jinak Keratoakantoma

DEFINISI
Keratoakantoma adalah tumor kulit jinak yang berupa benjolan bulat dan keras, biasanya berwarna seperti daging dengan bagian tengah seperti kawah yang mengandung bahan lengket.

PENYEBAB
Diduga sinar matahari memegang peran yang penting dalam terjadinya keratoakantoma.

Tampaknya keratoakantoma muncul dari sebuah akar rambut sehingga mereka hanya tumbuh di daerah kulit yang berrambut.

Cedera ringan merupakan faktor pemicu terjadinya keratoakantoma.

GEJALA
Keratoakantoma seringkali muncul di daerah kulit yang mengalami cedera.
Pada mulanya tampak sebagai beruntusan/bisul kecil dengan bagian tengah yang keras. Kemudian akan terbentuk benjolan bulat dan keras, biasanya berwarna seperti daging dengan bagian tengah seperti kawah yang mengandung bahan yang lengket.


Pertumbuhannya sangat cepat dan dalam waktu 1-2 bulan, ukurannya bisa mencapai 5 cm.
Beberapa bulan kemudian keratoakantoma akan menghilang dengan sendirinya tetapi mungkin akan meninggalkan jaringan parut.
Sering ditemukan di wajah, lengan dan punggung tangan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Untuk memperkuat diagnosis dan memastikan bahwa kelainan yang terjadi bukan merupakan suatu keganasan, bisa dilakukan biopsi (pengambilan contoh jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop).

PENGOBATAN
Terdapat beberapa cara untuk mengobati keratoakantoma:
1. Pembekuan
Keratoakantoma yang kecil bisa diobati dengan pembekuan oleh larutan nitrogen, baik dalam bentuk semprotan atau dioleskan dengan kapas.
Setelah pemberian nitrogen, akan terjadi pembengkakan dengan atau tanpa lepuhan, yang selanjutnya akan mengering dan membentuk keropeng dalam waktu sekitar 2 minggu.
2. Kuretase dan kauterisasi.
Cara ini kadang digunakan untuk keratoakantoma yang lebih tebal.
Penyembuhan biasanya terjadi dalam waktu 3 minggu dan meninggalkan jaringan parut yang tidak terlalu mengganggu penampilan.
3. Eksisi
Keratoakantoma disayat membentuk elips dan bekas sayatan dijahit. 1 minggu kemudian jahitan diangkat dan akan meninggalkan jaringan parut berbentuk garis.
4. Radioterapi
Kadang keratoakantoma yang besar diobati dengan penyinaran.
Pengobatan ini tidak menimbulkan nyeri dan penyembuhan akan terjadi beberapa minggu sesudahnya.

Keloid (keloidosis)

Keloid (keloidosis)

DEFINISI
Keloid adalah pertumbuhan proliferatif pada jaringan fibrosa, yang muncul diatas kulit yang mengalami cedera atau diatas luka operasi.
Jika terdapat lebih dari 1 keloid, maka disebut keloidosis.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.
Kebanyakan orang tidak pernah memiliki keloid, sedangkan yang lainnya membentuk keloid setelah mengalami cedera ringan bahkan setelah gigitan serangga, suntikan atau bekas jerawat.
Lebih sering ditemukan pada orang berkulit gelap.

GEJALA
Keloid tampak sebagai benjolan yang licin, berwarna pink muda dan berbentuk seperti kubah.

Keloid bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau rasa gatal, dan ukurannya bisa jauh lebih besar daripada lukanya sendiri.
Pada masa penyembuhan luka, terbentuk jaringan parut yang pada awalnya berwarna merah. Beberapa bulan kemudian jaringan parut ini akan mendatar dan warnanya memudar.

Keloid bisa terbentuk di bagian tubuh manapun, tetapi cenderung lebih banyak ditemukan di dada bagian atas dan bahu.
Keloid tidak pernah berubah menjadi keganasan dan hanya menimbulkan masalah kosmetik saja.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Pengangkatan keloid melalui pembedahan atau dengan sinar laser, yang diikuti oleh penyuntikan corticosteroid, belum memberikan hasil yang memuaskan.

Corticosteroid yang disuntikkan langsung ke keloid dan dilakukan secara berulang dengan jarak sekitar 1 bulan, biasanya bisa memperkecil keloid dan mengurangi iritasi.

Keloid juga bisa diobati dengan gel silikon. krioterapi (pembekuan dengan larutan nitrogen) atau radioterapi.

Perubahan warna akibat pengaruh sinar matahari bisa dicegah dengan menutup keloid dengan plester selama berada dibawah sinar matahari atau dengan mengoleskan tabir surya.

Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari

Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari

DEFINISI
Sinar ultraviolet : sinar ultraviolet, meskipun tidak dapat dilihat oleh mata manusia, merupakan bagian dari sinar matahari yang sangat berpengaruh pada kulit. Sinar UV dikelompokkan ke dalam 3 jenis, ultraviolet A (UVA), Ultraviolet B (UVB), dan ultraviolet C (UVC), tergantung pada panjang gelombang.
Sinar UV dalam jumlah kecil bermanfaat karena membantu tubuh menghasilkan Vitamin D. Meskipun begitu, sinar UV dalam jumlah besar merusak asam deoxyribonucleid (DNA-bahan genetika tubuh) dan merubah jumlah dan jenis kimia yang membuat sel kulit. Perubahan ini bertanggungjawab untuk mempengaruhi kerusakan pada sinar UV, termasuk pembakaran, penuaan kulit premature, berkerut, dan kanker kulit. Meskipun UVA menembus ke dalam kulit, UVB bertanggungjawab lebih untuk mempengaruhi kerusakan sinar UV.

Jumlah sinar UV yang mencapai permukaan bumi menjadi meningkat, khusunya pada geografis bagian utara. Peningkatan tersebut disebabkan penipisan pada lapisan teratas pelindung ozon pada atmosfer. Ozon, secara alami terjadi secara kimia, menghalangi sinar UV dalam jumlah besar mencapai permukaan bumi. Reaksi kimia antara ozon dan chlorofluprocarbon (bahan kimia pada pendingin dan spray dapat terbakar) menghabiskan jumlah ozon pada lapisan pelindung ozon. Jumlah sinar UV yang mencapai permukaan bumi juga bermacam-macan tergantung pada faktor yang lain. Sinar UV lebih keras antara jam 10 pagi dan 3 siang, pada musim panas, dan pada geografis yang tinggi. Asap dan kabut menyaring keluar sinar UV dalam jumlah banyak, namun sinar UV bisa melalui cahaya awan, kabut, dan sekitar 1 kaki dari air bersih.

Actinic Keratoses: Pertumbuhan prakanker

Actinic keratoses (solar keratoses) adalah pertumbuhan sebelum kanker yang disebabkan terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Pertumbuhan ini biasanya berwarna kemerahan atau merah dan tampak kering, daerah bersisik. Bisa berwarna abu-abu terang atau kecoklatan dan terasa tebal, kasar atau berpasir. Kulit di sekitarnya seringkali tampak tipis.

Actinic keratoses biasanya bisa diangkat dengan membekukan mereka dengan cairan nitrogen (cryotherapy) ; meskipun begitu, jika seseorang memiliki terlalu banyak pertumbuhan, krim cair mengandung fluoroucacil bisa dioleskan. Seringkali, selama pengobatan, kulit sementara waktu terlihat buruk karena fluoroucacil menyebabkan kemerahan, scaling, dan pembakaran keratoses dan pada sekitar kulit rusak karena matahri.
Obat yang relatif baru, imiquimod, sangat berguna dalam pengobatan actinic keratoses karena hal itu membantu sistem kekebalan untuk mengenali dan menghancurkan pertumbuhan kanker kulit.

Perlindungan alami : kulit mengalami perubahan tertentu ketika terkena sinar matahari langsung untuk menghindari kerusakan. Epidermis menebal (lapisan kulit paling atas), menghalangi sinar matahari. Melanocytes (pigmen-menghasilkan sel kulit) meningkatkan jumlah melanin, yang menghitamkan kulit, menghasilkan warna coklat. Melanin menyerap energi sinar UV dan membantu mencegah sinar merusak sel kulit dan menembus ke dalam jaringan.

Kepekaan terhadap berbagai sinar matahri tergantung pada jumlah melanin pada kulit. Orang berkulit lebih hitam memiliki lebih banyak melanin dan oleh karena itu memiliki perlindungan yang lebih besar melawan efek sinar matahari yang sangat berbahaya, meskipun mereka masih mudah diserang pada beberapa tempat lainnya. Jumlah melanin yang terdapat pada kulit seseorang tergantung pada keturunan seperti jumlah terpapar matahari langsung baru-baru ini. Beberapa orang bisa menghasilkan melamin dalam jumlah besar dalam merespon sinar UV, yang lainnya bisa dalam jumlah yang sangat sedikit Orang dengan albino dilahirkan tanpa atau sedikit melamin.

Sinar matahari dan kerusakan kulit : terkena langsung sinar matahari membuat kulit menua premature. Terkena sinar matahari langsung bertanggungjawab terhadap kerutan, halus dan kasar, pigmentasi yang tak teratur, kemerahan, dan bertekstur kasar pada kulit yang terekspos. Meskipun orang dengan kulit kuning langsat lebih aman, kulit siapapun akan berubah dengan paparan yang cukup.
Kena sinar matahari langsung berlebihan yang dialami orang, berisiko tinggi pada kanker kulit, termasuk sel carcinoma squamous, sel carcinoma basal, dan melanoma malignant.

PENGOBATAN
Kunci untuk meminimalisasi kerusakan yang dipengaruhi matahari adalah menghindari terkena sinar matahari langsung yang lama. Kerusakan yang telah terjadi sulit untuk dikembalikan. Krim pelembab dan makeup membantu menyembunyikan kerutan. Chemical peels, asam alpha-hydroxy, krim tretinoin, dan pelapisan kembali dengan laser kulit Bisa mempengaruhi terlihatnya kerutan halus dan irregular pigmentation. Kerut dalam dan kerusakan substantial kulit, meskipun begitu, membutuhkan pengobatan yang signifikan untuk perbaikan.

Kebotakan (alopesia)

Kebotakan (alopesia)

DEFINISI
Kebotakan (alopesia) adalah hilangnya sebagian atau seluruh rambut.

Sejalan dengan pertambahan usia, pada pria dan wanita akan terjadi penurunan kepadatan rambut.
Pria memiliki pola kebotakan khusus yang berhubungan dengan hormon testosteron. Jika seorang pria tidak menghasilkan testosteron (akibat kelainan genetik atau dikebiri), maka dia tidak akan memiliki pola kebotakan tersebut.
Wanita juga memiliki pola kebotakan yang khusus.

Alopesia paling sering terjadi pada kulit kepala, biasanya terjadi secara bertahap dan bisa seluruh kulit kepala kehilangan rambutnya (alopesia totalis) atau hanya berupa bercak-bercak di kulit kepala.
Sekitar 25% pria mulai mengalami kebotakan pada usia 30 tahun dan sekitar duapertiga pria menjadi botak pada usia 60 tahun.

Rata-rata kulit kepala mengandung 100.000 helai rambut dan setiap harinya, rata-rata sebanyak 100 helai rambut hilang dari kepala.
Setiap helai rambut berumur 4,5 tahun, dengan pertumbuhan sekitar 1 cm/bulan. Biasanya pada tahun ke 5 rambut akan rontok dan dalam waktu 6 bulan akan diganti oleh rambut yang baru.
Kebotakan yang diturunkan terjadi akibat kegagalan tubuh untuk membentuk rambut yang baru, bukan karena kehilangan rambut yang berlebihan. 

PENYEBAB
Penyebabnya bisa berupa:
• Keturunan
• Penuaan
• Perubahan hormon
• Demam
• Keadaan kulit lokal
• Penyakit sistemik
• Obat-obat tertentu, misalnya yang digunakan untuk mengobati kanker atau vitamin A yang berlebihan
• Pemakaian sampo dan pengering rambut yang berlebihan
• Stres emosional atau stres fisik
• Perilaku cemas (kebiasaan menarik-narik rambut atau menggaruk-garuk kulit kepala)
• Luka bakar
• Terapi penyinaran
• Tinea kapitis
• Trikotilomania. 

GEJALA
Kebotakan pola pria

Kebotakan pola pria adalah suatu pola khusus dari kebotakan pada pria, yang disebabkan oleh perubahan hormon dan faktor keturunan.

Kebotakan terjadi karena adanya penciutan akar rambut yang menghasilkan rambut yang lebih pendek dan lebih halus. Hasil akhir dari keadaan ini adalah akar rambut yang sangat kecil, yang tidak memiliki rambut.
Penyebab gagalnya pertumbuhan rambut baru belum sepenuhnya dimengerti, tetapi hal ini berhubungan dengan faktor keturunan dan hormon androgen, terutama dihidrotestosteron yang berasal dari testosteron.

Kebotakan pola pria dimulai pada garis rambut; secara bertahap, garis rambut mundur membentuk huruf M.
Rambut menjadi lebih halus dan tidak tumbuh sepanjang sebelumnya.
Rambut di ubun-ubun juga mulai menipis dan pada akhirnya ujung atas dari garis rambut yang berbentuk M bertemu dengan ubun-ubun yang menipis, membentuk kebotakan yang menyerupai tapal kuda.

Kebotakan pola wanita

Kebotakan pola wanita adalah kehilangan rambut pada wanita akibat perubahan hormon, penuaan dan faktor keturunan.

Kebotakan terjadi karena adanya kegagalan pertumbuhan rambut yang baru. Penyebab dari kegagalan tersebut belum sepenuhnya dimengerti, tetapi diduga berhubungan dengan faktor keturunan, penuaan dan kadar hormon androgen.
Perubahan kadar hormon androgen bisa mempengaruhi pertumbuhan rambut. Setelah menopause, banyak wanita yang merasakan rambutnya menipis, sedangkan rambut wajahnya menjadi lebih kasar.

Pola kebotakan pada wanita berbeda dengan kebotakan pada pria. Rambut di garis rambut (dahi) tetap, sedangkan rambut di bagian kepala lainnya menipis.
Mungkin terdapat kehilangan rambut yang lebih di ubun-ubun, tetapi jarang berkembang menjadi kebotakan total seperti yang terjadi pada pria.

Kebotakan pada wanita juga bisa disebabkan oleh:
- kerontokan rambut yang bersifat sementara (effluvium telogen)
- kerusakan rambut akibat penataan rambut, pengeritingan atau penarikan rambut
- alopesia areata
- obat-obatan
- penyakit kulit tertentu.

Alopesia toksika.

Alopesia toksika atau alopesia karena keracunan bisa terjadi akibat:
• Penyakit berat yang disertai demam tinggi.
• Dosis yang berlebihan dari beberapa obat (terutama talium, vitamin A dan retinoid)
• Obat kanker
• Kelenjar tiroid atau kelenjar hipofisa yang kurang aktif
• Kehamilan.

Kerontokan rambut bisa terjadi selama 3-4 bulan setelah penyakit atau keadaan lainnya.
Biasanya kerontokan bersifat sementara dan rambut akan tumbuh kembali.

Alopesia areata

Alopesia areata adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi kerontokan rambut di daerah tertentu, biasanya pada kulit kepala atau janggut.
Pada alopesia universalis terjadi kerontokan pada semua rambut tubuh; sedangkan pada alopesia totalis terjadi kebotakan total pada rambut kepala.

Pola kebotakan yang terjadi adalah khas, yaitu berupa bercak berbentuk bundar.
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi kadang dihubungkan dengan penyakit autoimun.

Trikotilomania

Trikotilomania adalah hilangnya rambut sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut.
Hilangnya rambut bisa membentuk suatu bercak bundar atau tersebar di kulit kepala.

Trikotilomania merupakan suatu perilaku kompulsif, yang mungkin berasal dari adanya stres emosional maupun stres fisik.
Paling sering ditemukan pada anak-anak, tetapi kebiasaan ini bisa menetap sepanjang hidup penderita.

Alopesia karena jaringan parut.

Kebotakan terjadi di daerah jaringan parut.
Jaringan parut mungkin berasal dari luka bakar, cedera berat atau terapi penyinaran.

Penyebab lain dari alopesia karena jaringan parut adalah:
- lupus eritematosus
- liken planus
- infeksi bakteri atau jamur yang bersifat menetap
- sarkoidosis
- tuberkulosis 
- kanker kulit. 

DIAGNOSA
Menentukan jenis kebotakan secara sederhana hanya melalui pengamatan terkadang sulit, karena itu dilakukan biopsi kulit untuk membantu menegakkan diagnosisnya.
Dengan biopsi bisa diketahui keadaan dari akar rambut sehingga bisa ditentukan penyebab dari kebotakan.
Pola kebotakan pria maupun wanita biasanya didiagnosis berdasarkan pola dan gambaran hilangnya rambut. 

PENGOBATAN
Kehilangan rambut karena penyakit, terapi penyinaran atau pemakaian obat, tidak memerlukan pengobatan khusus.
Jika penyakitnya membaik atau jika pengobatan dihentikan, biasanya rambut akan kembali tumbuh.
Selama rambut masih dalam pertumbuhan, penderita bisa menggunakan rambut palsu, topi atau penutup kepala lainnya.

Kebotakan pola pria maupun wanita bersifat menetap. Jika penderita merasa tidak terganggu dengan penampilannya, maka tidak perlu dilakukan pengobatan.

Ada 2 macam obat yang digunakan untuk mengatasi kebotakan pola pria maupun wanita, yaitu minoxidil dan propesia.
Minoxidil dioleskan langsung ke kulit kepala. Obat ini bisa memperlambat kerontokan rambut, tetapi bila pemakaiannya dihentikan, maka kebotakan akan kambuh kembali.
Propesia menghambat pembentukan hormon yang berperan dalam terjadinya kebotakan. Obat ini lebih efektif dibandingkan dengan minoxidil dan tidak menimbulkan efek terhadap kadar testosteron dalam tubuh.

Pencangkokan rambut dilakukan dengan mengangkat sekumpulan kecil rambut dari daerah dimana rambut masih tumbuh dan menempatkannya di daerah yang mengalami kebotakan.
Hal ini bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut di daerah donor dengan resiko infeksi yang rendah.
Prosedur ini mungkin harus dilakukan secara berulang dan biayanya mahal.

Cara lain yang aman dan tidak terlalu mahal untuk mengatasi kebotakan pola pria maupun wanita adalah merubah gaya penyisiran rambut atau menggunakan rambut palsu.

Untuk alopesia areata bisa dilakukan pengobatan berikut:
- corticosteroid topikal (dioleskan langsung ke kulit kepala)
- suntikan steroid subkutan (dibawah kulit)
- terapi sinar ultraviolet
- mengoleskan bahan iritatif ke daerah yang botak untuk merangsang pertumbuhan kembali.

Pada trikotilomania, mencukur kepala bisa mempertahankan rambut, tetapi tidak mengatasi akar permasalahannya.
Orang tua sebaiknya membantu menemukan masalahnya dan ikut terlibat dalam pengobatan.
Dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan psikis.

Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

DEFINISI
Karsinoma Sel Skuamosa adalah kanker yang berasal dari lapisan tengah epidermis.

Penyakit Bowen adalah suatu bentuk karsinoma sel skuamosa yang terbatas pada epidermis dan belum menyusup ke jaringan di bawahnya (dermis).
Kulit yang terkena tampak coklat-merah dan bersisik atau berkeropeng dan mendatar, kadang menyerupai bercak pada psoriasis, dermatitis atau infeksi jamur. 

PENYEBAB
Lebih dari 90% kanker kulit tumbuh di daerah yang terpapar oleh sinar matahari atau sinar ultra violet lainnya.
Hal ini diduga merupakan penyebab utama dari semua jenis kanker kulit.

Faktor resiko lainnya adalah:
• Faktor genetik (kanker kulit lebih sering ditemukan pada orang berkulit terang, mata biru atau hijau dan rambut pirang atau merah)
• Pencemaran oleh bahan kimia
• Pemaparan berlebihan oleh sinar X atau radiasi lainnya 

GEJALA
Karsinoma sel skuamosa biasanya timbul pada kulit yang terpapar sinar matahari, tetapi bisa juga tumbuh di kulit manapun atau di tempat-tempat tertentu (misalnya lidah atau selaput mulut).
Kanker ini bisa tumbuh pada kulit normal maupun pada kulit yang rusak akibat pemaparan sinar matahari (keratosis aktinik).

Karsinoma sel skuamosa berawal sebagai daerah kemerahan yang bersisik dengan permukaan berkeropeng yang tidak kunjung sembuh.
Kemudian tumor akan tumbuh menonjol, kadang permukaannya menyerupai kutil.
Pada akhirnya kanker menjadi sebuah luka terbuka dan tumbuh ke dalam jaringan di bawahnya.

Kebanyakan karsinoma sel skuamosa hanya mempengaruhi daerah di sekitarnya, yaitu menembus ke dalam jaringan di sekitarnya.
Tetapi kadang terjadi penyebaran ke tempat yang jauh (metastase), yang bisa berakibat fatal.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

Untuk membedakan kanker kulit dari penyakit lainnya, dilakukan biopsi (pengambilan contoh jaringan kulit untuk diperiksa dengan mikroskop). 

PENGOBATAN
Karsinoma sel skuamosa dan penyakit Bowen diatasi dengan mengangkat tumor, baik dengan cara kuretasi dan elektrodesikasi maupun memotongnya dengan pisau bedah.

Keratosis aktinik bisa berubah menjadi karsinoma sel skuamosa.
Keratosis aktinik dihancurkan dengan larutan nitrogen atau krim fluorourasil.

PENCEGAHAN
Lindungi kulit dari sinar matahari dengan menggunakan topi, kemeja lengan panjang, celana panjang atau rok panjang.

Cahaya matahari yang paling kuat adalah di siang hari, karena itu hindarilah cahaya matahari pada siang hari.

Gunakan tabir surya yang berkualitas tinggi (dengan SPF minimal 15).
Oleskan tabir surya minimal setengah jam sebelum terkena cahaya matahari dan ulangi sesering mungkin.

Periksa kulit secara teratur, hal-hal yang perlu dicurigai adalah:
• Adanya pertumbuhan baru yang membentuk tukak atau penyembuhannya lambat
• Perubahan warna, ukuran dan struktur pertumbuhan di kulit atau adanya peradangan, nyeri, gatal atau perdarahan
• Luka di kulit yang asimetris, batas pinggirannya tidak teratur, warnanya lebih dari 1 macam atau diameternya lebih besar dari 6 mm.

Karsinoma Sel Basal

Karsinoma Sel Basal

DEFINISI
Karsinoma Sel Basal adalah suatu kanker yang berasal dari lapisan epidermis paling bawah. 

PENYEBAB
Lebih dari 90% kanker tumbuh di kulit yang secara rutin terpapar sinar matahari atau penyinaran ultraviolet lainnya. Karsinoma sel basal juga bisa ditemukan di kulit kepala.
Paling sering muncul pada usia diatas 40 tahun.

Faktor resiko lainnya adalah:
• Faktor genetik (sering terjadi pada kulit terang, mata biru atau hijau dan rambut pirang atau merah)
• Pemaparan sinar X yang berlebihan atau penyinaran lainnya. 

GEJALA
Karsinoma sel basal biasanya menyerang permukaan kulit yang terpapar oleh sinar matahari.
Tumor berawal sebagai benjolan licin yang sangat kecil (nodul) dan tumbuh sangat lambat, kadang begitu lambatnya sehingga tidak diperhatikan. Tetapi kecepatan pertumbuhan pada setiap tumor berlainan dan ada yang mencapai ukuran 2,5 cm dalam waktu 1 tahun.

Pada bagian tengah nodul bisa terbentuk tukak atau keropeng.
Kadang kanker tumbuh mendatar dan tampak seperti jaringan parut.
Batas pinggir kanker kadang tampak memutih.

Kanker bisa mengalami perdarahan dan membentuk keropeng lalu sembuh, sehingga penderita menduganya sebagai luka dan bukan kanker.
Sebetulnya pergantian antara perdarahan dan penyembuhan ini merupakan ciri yang khas untuk karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa.

Karsinoma sel basal jarang menyebar ke bagian tubuh yang jauh, tetapi lebih sering menyusup dan merusak jaringan di sekitarnya.
Jika karsinoma sel basal tumbuh di dekat mata, mulut, tulang atau otak, maka invasi dari kanker bisa berakibat sangat serius.
Pengangkatan tumor secara dini bisa mencegah kerusakan hebat pada struktur di bawahnya. 

DIAGNOSA
Diagnosis seringkali bisa ditegakkan melalui gejala-gejalanya.
Sebagai prosedur standar untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan biopsi kulit. 

PENGOBATAN
Biasanya kanker diangkat melalui pengorekan lalu dibakar dengan jarum listrik (kuretase dan elektrodesikasi) atau dipotong dengan pisau bedah.
Sebelumnya diberikan suntikan anestesi.

Jarang dilakukan terapi penyinaran.

Untuk tumor kambuhan dan karsinoma sel basal yang menyerupai jaringan parut, bisa dilakukan pembedahan mikroskopik (bedah Mohs). 

PENCEGAHAN
Lindungi kulit dari cahaya matahari dengan menggunakan topi, kemeja lengan panjang, celana panjang atau rok panjang.

Sinar matahari yang paling kuat adalah pada tengah hari, karena itu sebaiknya hindari sinar matahari pada tengah hari.

Gunakan tabir surya berkualitas tinggi, minimal dengan SPF 15, yang menghambat sinar UV A dan UV B.
Oleskan tabir surya minimal setengah jam sebelum bepergian dan oleskan sesering mungkin.

Periksalah kulit secara teratur untuk mengetahui adanya berbagai perubahan yang mengarah kepada keganasan (pertumbuhan baru di kulit yang membentuk tukak, mudah berdarah, sukar sembuh, berubah warna, ukuran, struktur, terasa nyeri, meradang atau gatal).

Kapalan & Kutil

Kapalan & Kutil

DEFINISI
Kapalan merupakan penebalan di daerah kulit bagian atas (stratum korneum atau lapisan keratin).

Kutil merupakan daerah penebalan pada lapisan keratin di kaki dengan ukuran sebesar kacang polong.

PENYEBAB
Kapalan bisa timbul di bagian tubuh manapun, tetapi biasanya terbentuk pada telapak tangan atau telapak kaki yang sering mengalami gesekan atau tekanan.

Kutil biasanya tumbuh di atas atau di sisi jari kaki dan merupakan akibat dari gesekan atau tekanan dari sepatu yang terlalu longgar atau terlalu sempit.

Penebalan kulit merupakan reaksi perlindungan yang dirancang untuk melindungi kulit. 

GEJALA
Pada kapalan, kulit tampak menebal dan keras; mungkin membentuk lapisan-lapisan dan kering.

Kutil yang keras timbul diatas persendian jari-jari kaki; kutil di sela jari-jari kaki biasanya lunak.
Kutil bisa menimbulkan nyeri karena kulit yang menebal menyebabkan penekanan terhadap tulang di bawahnya.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala & hasil pemeriksaan fisik. 

PENGOBATAN
Kutil dan kapalan lebih mudah dicegah daripada diobati.
Kapalan bisa dihindari dengan menghilangkan sumber iritasi atau dengan menggunakan sarung tangan, bantalan atau alat pelindung lainnya.

Obat pelarut keratin bisa menghilangkan kutil dengan segera.
Obat ini (bahan keratolitik) biasanya mengandung asam salisilat, digunakan dalam bentuk pasta atau bantalan.
Pemakaian keratolitik ini harus hati-hati karena bisa merusak jaringan normal di sekitarnya.

Kapalan juga bisa ditipiskan dengan menggunakan batu apung atau melalui penyayatan dengan pisau bedah oleh dokter atau perawat.

Pada penderita diabetes, penyembuhan kutil dan kapalan terjadi secara lambat, terutama jika timbul di kaki. Karena itu penderita diabetes dianjurkan untuk memberikan perhatian khusus kepada kakinya. 

PENCEGAHAN
Gunakan sepatu dengan ukuran yang sesuai dan lindungi tangan ketika melakukan pekerjaan sehari-hari.

Kandidiasis (Moniliasis)

Kandidiasis (Moniliasis)

DEFINISI
Kandidiasis (Moniliasis) adalah suatu infeksi oleh jamur Candida, yang sebelumnya disebut Monilia.

PENYEBAB
Jamur Candida.

Candida biasanya menginfeksi kulit dan selaput lendir (contohnya mulut dan vagina).
Kadang jamur ini menyusup ke jaringan yang lebih dalam (misalnya darah) dan menyebabkan kandidiasis sistemik, yang bisa berakibat fatal. Infeksi yang lebih serius ini paling sering terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita AIDS atau penderita kanker yang menjalani kemoterapi).

Candida adalah penghuni normal saluran pencernaan dan vagina yang biasanya tidak menimbulkan penyakit.
Tetapi ada beberapa faktor resiko yang mendorong terjadinya infeksi oleh Candida:
• Kelembaban dan kehangatan.
Jika lingkungan sekitarnya menguntungkan (misalnya lembab atau hangat) atau jika terdapat gangguan sistem kekebalan, maka jamur bisa menginfeksi kulit.
Candida tumbuh dengan subur dalam suasana hangat dan lembab.
• Pemakaian antibiotik.
Kadang orang yang mengkonsumsi antibiotik menderita infeksi Candida karena antibiotik membunuh bakteri yang dalam keadaan normal terdapat di dalam jaringan, sehingga pertumbuhan Candida tidak terkendali.
• Kortikosteroid atau terapi imunosupresan pasca pencangkokan organ.
Kedua hal ini bisa menurunkan pertahanan tubuh terhadap infeksi jamur.
• Kehamilan
• Obesitas (kegemukan)
• Diabetes.

GEJALA
Gejalanya bervariasi, tergantung kepada bagian tubuh yang terkena:
• Infeksi pada lipatan kulit (infeksi intertriginosa).
Infeksi pada lipatan kulit atau pusar biasanya menyebabkan ruam kemerahan, yang seringkali disertai adanya bercak-bercak yang mengeluarkan sejumlah kecil cairan berwarna keputihan.
Bisa timbul bisul-bisul kecil, terutama di tepian ruam dan ruam ini menimbulkan gatal atau rasa panas.
Ruam Candida di sekitar anus tampak kasar, berwarna merah atau putih dan terasa gatal.
• Infeksi vagina (vulvovaginitis).
Sering ditemukan pada wanit hamil, penderita diabetes atau pemakai antibiotik.
Gejalanya berupa keluarnya cairan putih atau kuning dari vagina disertai rasa panas, gatal dan kemerahan di sepanjang dinding dan daerah luar vagina.
• Infeksi penis.
Sering terjadi pada penderita diabetes atau pria yang mitra seksualnya menderita infeksi vagina.
Biasanya infeksi menyebabkan ruam merah bersisik (kadang menimbulkan nyeri) pada bagian bawah penis.
• Thrush.
Merupakan infeksi jamur di dalam mulut.
Bercak berwarna putih menempel pada lidah dan pinggiran mulut, sering menimbulkan nyeri. Bercak ini bisa dilepas dengan mudah oleh jari tangan atau sendok.
Thrush pada dewasa bisa merupakan pertanda adanya gangguan kekebalan, kemungkinan akibat diabetes atau AIDS.
Pemakaian antibiotik yang membunuh bakteri saingan jamur akan meningkatkan kemungkinan terjadinya thrush.
• Perl?che.
Merupakan suatu infeksi Candida di sudut mulut yang menyebabkan retakan dan sayatan kecil.
Bisa bersal dari gigi palsu yang letaknya bergeser dan menyebabkan kelembaban di sudut mulut sehingga tumbuh jamur.
• Paronikia.
Candida tumbuh pada bantalan kuku, menyebabkan pembengkakan dan pembentukan nanah.
Kuku yang terinfeksi menjadi putih atau kuning dan terlepas dari jari tangan atau jari kaki.



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN
Infeksi biasanya mudah diatasi dengan krim atau lotion.
Untuk infeksi kulit, vagina dan penis biasanya digunakan krim nistatin selama 7-10 hari.
Untuk infeksi vagina dan anus juga tersedia obat dalam bentuk suppositoria (obat yang dimasukkan langsung ke dalam vagina atau anus).

Obat kumur atau dalam bentuk permen hisap diberikan kepada penderita thrush.

Untuk infeksi kulit kadang diberikan salep corticosteroid bersamaan dengan krim anti-jamur karena salep bisa mengurangi gatal dan nyeri (meskipun tidak membantu penyembuhan infeksinya sendiri).

Menjaga kulit tetap kering dapat membantu meredakan infeksi dan mencegah kembalinya jamur.
Bedak polos atau bedak yang mengandung nistatin bsia membantu menjaga agar kulit tetap kering.

Kadas / Kurap

Kadas / Kurap

DEFINISI
Penyakit kurap / kurap/Ringworm (tinea) adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh beberapa jamur yang berbeda dan bisanya dikelompokkan berdasarkan lokasinya pada tubuh.
Meskipun namanya, infeksi ringworm tidak berhubungan dengan cacing. Nama tersebut timbul karena tambalan kulit berbentuk gelang yang diciptakan oleh infeksi tersebut. 

PENYEBAB
Berbagai jenis jamur. 

GEJALA
Athlete?s foot
Disebut juga kadas/kurap di kaki, merupakan suatu infeksi jamur yang biasanya muncul pada cuaca panas/hangat.
Biasanya disebabkan oleh Trichophyton atau Epidermophyton, yaitu jamur yang bisa tumbuh di daerah yang lembab dan hangat, diantara jari-jari kaki.

Jamur bisa menyebabkan terbentuknya sisik-sisik yang sangat halus tanpa gejala lainnya atau sisik-sisik yang lebih kadar disertai ruam yang terasa gatal, kasar dan menimbulkan nyeri di sela-sela jari kaki dan di tepian kaki.

Juga bisa terbentuk lepuhan yang berisi cairan.

Jamur bisa menyebabkan kaki menjadi retak-retak sehingga terjadi infeksi bakteri, terutama pada penderita usia lanjut dan penderita gannguan aliran darah ke kaki.

Kadas/kurap di selangkangan

Disebut juga jick itch dan bisa disebabkan oleh sejumlah jamur.

Lebih sering ditemukan pada pria dan lebih sering terjadi pada cuaca hangat.

Infeksi menyebabkan kemerahan berbentuk seperti cincin, kadang disertai lepuhan kecil di kulit sekitar selangkakan dan kulit paha atas bagian dalam.

Bisa menimbulkan gatal-gatal dan bahkan nyeri.

Meskipun telah diobati sering terjadi infeksi ulangan.

Kadas/kurap di kulit kepala

Penyebabnya adalah Trichophyton atau Microsporum.

Penyakit ini sangat menular, terutama pada anak-anak.

Bisa menyebabkan terbentuknya ruam merah bersisik yang kadang terasa gatal atau menyebabkan kerontokan rambut yang meninggalkan bercak pitak tanpa disertai ruam.


Kadas/kurap di kuku

Penyakit kurap kuku (tinea unguium, onychomycosis) adalah infeksi kuku paling sering yang disebabkan oleh Trichophyton. Jamur bisa masuk ke dalam kuku, menghasilkan penebalan, tak bercahaya, dan kuku berubah bentuk. Infeksi lebih cukup sering terjadi pada kuku kaki dibandingkan kuku jari. Kuku kaki yang terinfeksi bisa terlepas dari tempat tidur kuku, remuk, atau berserpihan.

Kadas/kurap pada badan

> Penyebabnya adalah Trichophyton.

Infeksi biasanya menyebakan ruam berwarna pink sampai merah yang kadang membentuk bercak bundar dan tengahnya jernih.

Kadas/kurap badan bisa ditemukan di setiap kulit tubuh.

Kadas/kurap pada janggut

Jarang terjadi.

Sebagian besar infeksi yang menyerang janggut disebabkan oleh bakteri, bukan jamur.

Jock itch (tinea cruris) lebih umum pada pria dibandingkan wanita dan terjadi lebih sering di udara hangat. Infeksi tersebut mulai pada lipatan kulit pada daerah kelamin dan bisa menyebar menuju paha dalam bagian atas. Biasanya skrotum tidak termasuk (tidak seperti infeksi jamur). Ruam memiliki sisik, pinggiran merah jambu. Jock itch bisa sangat gatal dan kemungkinan terasa sangat sakit. Orang yang rentan bisa mengalami infeksi berulang. 

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. 

PENGOBATAN
Obat jamur topikal
• Amorolfine
• Butenafine
• Ciclopirox
• Clotrimazole
• Econazole
• Haloprogin
• Ketoconazole
• Miconazole
• Naftifine
• Nystatin (hanya Candida)
• Oxiconazole
• Selenium sulfide (shampo untuk panu)
• Sulconazole
• Terbinafine
• Terconazole
• Tioconazole
• Tolnaftate
• Undecylenate
Kebanyakan infeksi penyakit kurap, kecuali pada kulit kepala dan kuku, adalah ringan. Krim anti jamur biasanya menyembuhkannya. Banyak krim anti jamur efektif bisa dibeli tanpa resep ; bedak anti jamur umumnya tidak bagus. Bahan aktif dalam obat-obatan anti jamur topikal termasuk miconazole, clotrimazole, econazole, oxiconazole, ciclopirox, ketoconazole, terbinafine, dan butenafine.

Biasanya, krim dioleskan sekali atau dua kali sehari, dan pengobatan harus dilanjutkan untuk 7 sampai 10 hari setelah ruam hilang seluruhnya. Jika krim tersebut dihentikan dengan segera, infeksi tersebut tidak bisa dibasmi, dan ruam tersebut akan kembali. Ciclopirox dalam bentuk pernis kuku kemungkinan dicat pada infeksi jamur pada kuku. Pengobatan ini bisa memerlukan waktu sampai 1 tahun, meskipun begitu, dan masih tidak bisa efektif.

Beberapa hari bisa terlewati sebelum krim anti jamur mengurangi gejala-gejala. Krim kortikosteroid seringkali digunakan untuk membantu menghilangkan rasa gatal dan sakit untuk beberapa hari pertama. Hidrokortison dosis-rendah tersedia bebas; kortikosteroid yang lebih keras memerlukan resep dan kemungkinan ditambahkan ke krim anti jamur.

Untuk infeksi kulit dan infeksi kuku yang lebih serius atau membandel, seorang dokter bisa meresepkan obat anti jamur untuk digunakan dengan diminum, itraconazole, terbinafine, dan griseofulvin, semuanya efektif. Obat-obatan ini digunakan setiap hari. Beberapa dokter meresepkan fluconazole, yang kemungkinan diberikan sekali seminggu untuk 3 sampai 4 minggu untuk penyakit kurap pada tubuh. Penyakit kurap pada kuku memerlukan pengobatan lebih lama dengan itraconazole atau terbinafine : 6 minggu untuk jari kuku dan 12 minggu atau lebih untuk jari kaki. Sampai 1 tahun diperlukan untuk jari kaki baru untuk tumbuh. Terbinafine adalah obat paling efektif yang tersedia untuk mengobati penyakit kurap pada kuku. Griseofulvin dibutuhkan untuk pengobatan untuk jangka yag lebih lama. Meskipun begitu, penyakit kurap pada kuku tidak selalu bereaksi terhadap obat-obatan yang digunakan melalui mulut dan bisa kambuh bahkan setelah pengobatan tampaknya sangat berhasil. Penyakit kurap pada kepala bisa memerlukan pengobatan dengan obat-obatan yang digunakan dengan mulut untuk 4 sampai 6 minggu-atau bahkan lebih lama jika griseofulvin digunakan. Beberapa dokter memberikan kortikosteroid melalui mulut untuk anak dengan kerion pada kulit kepala.

Jika infeksi penyakit kurap keluar, infeksi bakteri bisa juga telah terbentuk. Beberapa infeksi bisa memerlukan pengobatan dengan antibiotik, yang lainnya dioleskan pada kulit atau diberikan melalui mulut.

Psoriasis

Psoriasis

DEFINISI
Apa itu Psoriasis
Psoriasis ialah sejenis penyakit kulit yang penderita nya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama atau timbul/hilang, penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa, tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta menggangu kekuatkan mental seseorang bila tidak dirawat dengan baik.

Berbeda dengan pergantian kulit pada manusia normal yang biasanya berlangsung selama tiga sampai empat minggu, proses pergantian kulit pada penderita psoriasis berlangsung secara cepat yaitu sekitar 2–4 hari, (bahkan bisa terjadi lebih cepat) pergantian sel kulit yang banyak dan menebal.

Sampai saat ini penyakit Psoriasis belum diketahui penyebabnya secara pasti, sehingga belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan secara total penyakit Psoriasis.
1. Eritrodermis Psoriasis
Tipe psoriasis ini sangat berbahaya, seluruh kulit penderita menjadi merah matang dan bersisik, fungsi perlindungan kulit hilang, sehingga penderita mudah terkena infeksi.
2. Psoriatik Arthritis
Timbul dengan peradangan sendi, sehingga sendi terasa nyeri, membengkak dan kaku, sama persis seperti gejala rematik. Pada tahap ini, penderita harus segera ditolong agar sendi-sendinya tidak sampai terjadi kropos
3. Psoriasis Guttate
Psoriasis Guttate (GUH-tate)adalah salah satu bentuk dari psoriasis yang mulai timbul sejak waktu anak-anak atau remaja. kata guttate berasal dari bahasa Latin yang berarti “jatuh”.(drop). Bentuk psoriasis ini menyerupai bintik-bintik merah kecil di kulit. bercak (lesions) guttate biasanya timbul pada badan dan kaki. Bintik-bintik ini biasanya tidak setebal atau bersisik seperti bercak-bercak (lesions) pada psoriasis plak.
4. Psoriasis Inverse
Inverse psoriasis ditemukan pada ketiak, pangkal paha, dibawah payudara, dan di lipatan-lipatan kulit di sekitar kemaluan dan panggul Tipe psoriasis ini pertama kali tampak sebagai bercak (lesions) yang sangat merah dan biasanya lack the scale associated dengan psoriasis plak. Bercak itu bisa tampak licin dan bersinar. Psoriasis Inverse sangat (particularly irritating) menganggu karena iritasi yang disebabkan gosokan/garukan dan keringat karena lokasinya di lipatan-lipatan kulit dan daerah sensitif tender). terutama sangat mengganggu bagi penderita yang gemuk dan yang mempunyai lipatan kulit yang dalam.
5. Psoriasis Kuku
menyerang dan merusak kuku dibagian bawah kuku tumbuh banyak sisik seperti serbuk, jenis ini termasuk yang sulit/bandel untuk disembuhkan bagi penderita.
6. Psoriasis Plak
Hampir 80% dari penderita psoriasis adalah tipe Psoriasis plak yang secara ilmiah sisebut juga psoriasis vulgaris (yang berarti umum). Tipe plak ini bersifat meradang pada kulit menimbulkan bercah merah yang dilapisi dengan kulit yang tumbuh berwarna keperakan yang umum nya akan terlihat pada sekitar alis,lutut, kepala (seperti ketombe), siku juga bagian belakang tubuh sekitar panggul serta akan meluas kebagian-bagian kulit lainnya.
7. Psoriasis Pustular
Kasus Psoriasis Pustular (PUHS-choo-ler) terutama banyak ditemui pada orang dewasa. Karakteristik dari penderita PUHS-choo-ler ini adalah timbulnya Pustules putih (blisters of noninfectious pus) yang dikelilingi oleh kulit merah. Pus ini meliputi kumpulan dari sel darah putih yang bukan merupakan suatu infeksi dan juga tidak menular. Bentuk psioriasis yang pada umumnya tidak biasa ini mempengaruhi lebih sedikit dari 5 % dari seluruh penderita psoriasis. Psoriasis ini, bisa terkumpul dalam daerah tertentu pada tubuh, contohnya, pada tangan dan kaki. Psoriasis Pustular juga dapat ditemukan menutupi hampir seluruh tubuh, dengan kecenderungan membentuk suatu siklus - reddening (membuat kulit merah??) yang diikuti oleh pembentukan pustules dan scaling.
8. Psoriasis Scalp
Psoriasis tipe ini tampak pada batas rambut, kepala (seperti ketombe), kening, sekitar leher juga dibelakang telinga, berupa seperti sisik kulit atau serbuk

Infeksi Kulit Necrotizing

Infeksi Kulit Necrotizing

DEFINISI
Infeksi kulit necrotizing, termasuk necrotizing cellulitis dan necrotizing fasciitis, adalah bentuk berat dari selulit yang ditandai dengan kematian pada jaringan terinfeksi (necrosis).
• Kulit terinfeksi berwarna merah, hangat sewaktu disentuh, dan kadangkala bengkak, dan gelembung gas bisa terbentuk di bawah kulit.
• Orang tersebut biasanya merasa sangat sakit dan mengalami demam tinggi.
• Pengobatan meliputi pengangkatan kulit mati, yang kadangkala membutuhkan operasi menyeluruh, dan pemberian antibiotik secara infus.
Kebanyakan infeksi kulit tidak menghasilkan kematian pada kulit dan jaringan di sekitarnya. Kadangkala, meskipun begitu, infeksi bakteri bisa menyebabkan pembuluh darah kecil pada daerah yang terinfeksi menggumpal. Penggumpalan ini menyebabkan jaringan yang diberi makan oleh pembuluh ini mati karena kekurangan darah. Karena pertahanan kekebalan tubuh yang mengalir melalui aliran darah (seperti sel darah putih dan antibodi) bisa tidak lagi mencapai daerah ini, infeksi tersebut menyebar cepat dan kemungkinan sulit dikendalikan. Kematian bisa terjadi, bahkan dengan pengobatan yang sesuai.

Beberapa infeksi kulit necrotizing menyebar di dalam kulit sepanjang permukaan otot (fascia) dan disebut necrotizing fasciitis. Infeksi kulit necrotizing lainnya menyebar pada lapisan kulit bagian luar dan disebut necrotizing cellulitis. Beberapa bakteri lain, seperti streptococcus dan clostridia, bisa menyebabkan infeksi kulit necrotizing, meskipun pada kebanyakan orang infeksi tersebut disebabkan oleh kombinasi bakteri. Infeksi streptococcal khususmya diberi istilah penyakit ‘flesh-eating’ oleh media massa, meskipun hal itu sedikit berbeda dari yang lainnya. 

PENYEBAB
Beberapa infeksi kulit necrotizing diawali pada luka tusuk atau pencabikan, terutama sekali luka yang terkontaminasi oleh kotoran dan serpihan. Infeksi lain diawali pada sayatan operasi atau bahkan kulit yang sehat. Kadangkala orang dengan diverticulitis, pelubangan usus, atau tumor pada usus mengalami infeksi necrotizing pada dinding perut, daerah kelamin, atau paha. Infeksi ini terjadi ketika bakteri melarikan diri dari usus dan menyebar ke kulit. Bakteri tersebut bisa pada awalnya menciptakan abses pada rongga perut dan menyebar cepat keluar kulit, atau mereka bisa menyebar melalui aliran darah menuju kulit dan organ lain. 

GEJALA
Gejala seringkali diawali hanya sebagaimana selulitis. Kulit tersebut bisa terlihat pucat pada awalnya, tetapi cepat menjadi merah atau merah tua, panas bila disentuh, dan kadangkala menjadi bengkak. Kemudian, kulit menjadi violet, seringkali dengan terbentuknya lepuhan besar yang berisi cairan (bullae). Cairan yang berasal dari lepuhan ini berwarna coklat, berair, dan kadangkala berbau tidak sedap. Daerah pada kulit yang mati menjadi hitam (ganggren). Beberapa jenis infeksi, termasuk yang disebabkan oleh clostridia dan bakteri gabungan, menghasilkan gas. Gas tersebut menciptakan gelembung di bawah kulit dan kadangkala pada lepuhan itu sendiri, menyebabkan kulit terasa pecah ketika ditekan. Awalnya, daerah yang terinfeksi terasa sangat sakit, tetapi dengan matinya kulit, saraf berhenti bekerja dan daerah tersebut kehilangan rasa.

Penderita biasanya merasa sangat sakit dan mengalami demam tinggi, detak jantung yang cepat, dan penurunan mental berkisar dari pusing sampai tidak sadarkan diri. Tekanan darah bisa turun karena racun yang dikeluarkan oleh bakteri dan reaksi tubuh terhadap infeksi (septic shock). 

DIAGNOSA
Seorang dokter membuat diagnosa pada infeksi kulit necrotizing berdasarkan pada apa yang terlihat, terutama sekali kehadiran gelembung gas di bawah kulit. Sinar-X bisa menampilkan gas di bawah kulit dengan baik. Bakteri spesifik meliputi yang diidentifikasikan oleh analisa laboratorium pada cairan yang terinfeksi dan contoh jaringan. Meskipun begitu, pengobatan harus dimulai sebelum seorang dokter bisa memastikan bakteri mana yang menyebabkan infeksi.
PENGOBATAN
Keseluruhan tingkat kematian adalah sekitar 30%. Orang yang lebih tua, mereka yang memiliki gangguan medis lainnya, dan dimana penyakit tersebut telah dimulai dan tingkat lanjutan memiliki hasil yang menyedihkan. Penundaan pada diagnosa dan pengobatan dan pengangkatan secara operasi yang tidak cukup pada jaringan yang mati memperburuk prognosis.

Pengobatan untuk necrotizing fasciitis adalah operasi pengangkatan pada jaringan yang mati ditambah terapi antibiotik secara infus. Dalam jumlah banyak kulit, jaringan, dan otot harus sering diangkat, dan dalam beberapa kasus, tangan atau kaki yang terkena harus diamputasi. Beberapa dokter menganjurkan pengobatan dalam ruangan oksigen tekanan tinggi (hyperbaric), tetapi hal ini tidak jelas seberapa bisa membantu.

Impetigo

Impetigo

DEFINISI
Impetigo adalah infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula).
Impetigo paling sering menyerang anak-anak, terutama yang kebersihan badannya kurang dan bisa muncul di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering ditemukan di wajah, lengan dan tungkai.
Pada dewasa, impetigo bisa terjadi setelah penyakit kulit lainnya.
Impetigo bisa juga terjadi setelah suatu infeksi saluran pernafasan atas (misalnya flu atau infeksi virus lainnya).


PENYEBAB
Bakteri Staphylococcus atau Streptococcus.
Impetigo bisa terjadi setelah suatu cedera atau suatu keadaan yang menyebabkan robekan di kulit (misalnya infeksi jamur, luka bakar karena matahari atau gigitan serangga).
Impetigo juga bisa menyerang kulit yang normal, terutama pada tungkai anak-anak.

GEJALA
Impetigo berawal sebagai luka terbuka yang menimbulkan gatal, kemudian melepuh, mengeluarkan isi lepuhannya lalu mengering dan akhirnya membentuk keropeng.
Impetigo merupakan penyakit menular, yang ditularkan melalui cairan yang berasal dari lepuhannya.
Besarnya lepuhan bervariasi, mulai dari seukuran kacang polong sampai seukuran cincin yang besar.
Lepuhan ini berisi carian kekuningan disertai rasa gatal.
Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar daerah yang terinfeksi.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah stafilokokus atau streptokokus, bisa dilakukan pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi di laboratorium.

PENGOBATAN
Untuk infeksi ringan, diberikan salep antibiotik (misalnya erythromycin atau dicloxacillin).
Antibiotik per-oral (ditelan) bisa mempercepat penyembuhan.
Untuk melepaskan keropeng, kulit sebaiknya dicuci dengan sabun anti-bakteri beberapa kali/hari.

PENCEGAHAN
Infeksi bisa dicegah dengan memelihara kebersihan dan kesehatan badan.
Goresan ringan atau luka lecet sebaiknya dicuci bersih dengan sabun dan air, bila perlu olesi dengan zat anti-bakteri.

Untuk mencegah penularan:
• Hindari kontak dengan cairan yang berasal dari lepuhan di kulit
• Hindari pemakaian bersama handuk, pisau cukur atau pakaian dengan penderita
• Selalu mencuci tangan setelah menangani lesi kulit.

Hirsutisme (rambut berebihan)

Hirsutisme (rambut berebihan)

DEFINISI
Hirsutisme adalah suatu keadaan dimana rambut tumbuh secara berlebihan pada kulit yang biasanya tidak terlalu banyak memiliki rambut.

PENYEBAB
Hirsutisme bisa terjadi baik pada pria maupun wanita.
Penyebab yang biasa ditemukan adalah:
• Genetik (keturunan).
Keadaan ini seringkali diturunkan dalam satu keluarga, terutama pada orang-orang Mediteranian.
• Kelainan sistem endokrin.
- Sindroma polikista indung telur
- Sindroma Cushing
- Hiperplasia adrenal kongenitalis
- Pubertas prekox
• Obat-obatan : minoksidil, steroid androgenik, testosteron.

Penyebab yang jarang:
• Menopause
• Pubertas
• Kehamilan
• Kelenjar adrenal yang hiperaktif
• Karsinoma adrenokortikal
• Tumor atau kanker indung telur
• Obat-obatan : aminoglutetimid, siklosporin, obat yang mengandung androgen atau progestin, glukokortikoid, metoklopramid.

Faktor resiko terjadinya hirsutisme:
- Riwayat hirsutisme dalam keluarga
- Kelainan endokrin
- Pemakaian androgen (steroid androgenik atau testosteron)
- Usia lanjut.

GEJALA
Hirsutisme menyebabkan pembesaran akar rambut, pembesaran dan peningkatan pigmentasi rambut serta pertumbuhan rambut dengan pola penyebaran yang secara normal ditemukan pada pria.

Masalah yang sangat mengganggu pada hirsutisme adalah pertumbuhan rambut wajah yang berlebihan.

Hirsutisme bisa dihubungkan dengan suatu keadaan yang disebut maskulinisasi, dimana:
- suara menjadi lebih berat
- rambut di wajah tumbuh secara berlebihan
- massa otot bertambah
- ukuran payudara mengecil
- ukuran alat kelamin membesar
- siklus menstruasi tidak teratur.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Mungkin perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik berikut:
• Pemeriksaan darah untuk menentukan kadar LH (luteinizing hormone), FSH, prolaktin dan hormon lainnya
• CT scan perut
• USG.

PENGOBATAN
Sebagai penanggulangan sementara bisa dilakukan tindakan berikut:
- pencukuran rambut
- pencabutan rambut
- waxing (menggosok dengan lilin)
- pemakaian bahan kimia untuk merontokkan rambut (depilatori.
Jika rambutnya halus, bisa digunakan pemutih rambut untuk menutupinya.

Tindakan permanen untuk mengangkat rambut adalah dengan merusak akar rambut dan satu-satunya cara yang aman adalah dengan elektrolisis.

Jika penyebabnya adalah menopause, maka perlu dipertimbangkan untuk menjalani terapi sulih hormon.

Jika penyebabnya adalah tumor atau kanker indung telur, mungkin perlu dilakukan tindakan pembedahan atau pengobatan lainnya.

Jika penyebabnya adalah peningkatan kadar androngen, bisa diatasi dengan deksametason dosis rendah, pil KB atau obat-obat anti-androgen.

Jika penyebabnya adalah kelainan endokrin, maka pengobatan terhadap kelainan endokrin yang ditemukan akan dapat mengatasi masalah pertumbuhan rambut yang berlebihan dan gejala lainnya.

Granuloma Piogenik

Granuloma Piogenik

DEFINISI
Granuloma Piogenik adalah lesi pembuluh darah di kulit yang tampak sebagai penonjolan berwarna merah, coklat atau biru-hitam, disertai pembengkakan jaringan di sekitarnya.

PENYEBAB
Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi granuloma piogenik seringkali muncul setelah terjadinya cedera pada kulit.

GEJALA
Granuloma piogenik merupakan benjolan kecil di kulit yang mudah mengalami perdarahan karena kulit yang melapisinya sangat tipis.
Sering timbul pada kulit yang mengalami cedera.

Biasanya ditemukan di tangan dan lengan atau wajah.
Granuloma piogenik bisa timbul selama kehamilan, bahkan tumbuh di gusi (tumor kehamilan).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Bisa dilakukan biopsi untuk memastikan bahwa lesi ini bukan merupakan suatu keganasan.

PENGOBATAN
Kadang granuloma piogenik menghilang dengan sendirinya.
Bisa dilakukan pembedahan atau elektrokoagulasi untuk mengangkat granuloma.

Granuloma Annuler

Granuloma Annuler

DEFINISI
Granuloma Annuler adalah suatu penyakit kulit menahun yang ditandai dengan adanya benjolan kecil yang kenyal (nodul), yang membentuk cincin dengan bagian tengah yang normal atau agak cekung.

Granuloma annuler paling sering menyerang anak-anak dan dewasa muda.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Pada sekelompok kecil penderita, sekumpulan nodul granuloma annuler timbul jika kulit terpapar sinar matahari.

GEJALA
Nodul pada granuloma annuler tampak berwarna kekuningan atau sewarna dengan kulit di sekitarnya; bisa ditemukan 1 atau beberapa cincin.

Biasanya tidak menimbulkan nyeri atau gatal.
Paling sering ditemukan di kaki, tungkai, tangan atau jari tangan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan biopsi.

PENGOBATAN
Biasanya granuloma menghilang dengan sendirinya tanpa perlu diberikan pengobatan khusus.

Untuk mempercepat hilangnya nodul, bisa diberikan corticosteroid dalam bentuk krim atau disuntikkan langsung ke dalam nodul.

Minggu, 03 Oktober 2010

Gatal-gatal

Gatal-gatal

DEFINISI
Gatal-gatal (Pruritus) adalah suatu perasaan yang secara otomatis menuntut penggarukan.
Penggarukan terus menerus bisa menyebabkan kemerahan dan goresan dalam pada kulit.
Penggarukan juga bisa mengiritasi kulit yang selanjutnya akan menyebabkan bertambahnya rasa gatal, sehingga terjadi suatu lingkaran setan.
Penggarukan dan penggosokan jangka panjang bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan penebalan kulit.

PENYEBAB
Gatal bisa disebabkan oleh suatu penyakit kulit maupun penyakit sistemik.
Penyakit kulit yang bisa menyebabkan gatal-gatal hebat adalah:
• Infestasi parasit (skabies, pedikulosis)
• Gigitan serangga
• Kaligata
• Dermatitis atopik
• Dermatitis kontak
• Dermatitis alergika.

Kontak dengan bahan wol atau bahan iritan (misalnya pelarut atau kosmetik) juga bisa menyebabkan gatal-gatal.
Kulit kering, terutama pada usia lanjut, juga menyebabkan gatal-gatal hebat yang meluas.

Penyakit sistemik yang dapat menyebabkan gatal-gatal adalah:
• Penyakit hati (terutama sakit kuning)
• Gagal ginjal
• Limfoma
• Leukemia
• Penyakit darah lainnya.

Kadang penderita penyakit tiroid, diabetes atau kanker juga mengalami gatal-gatal.
Gatal-gatal juga sering terjadi pada akhir masa kehamilan. Biasanya hal ini bukan merupakan suatu kelainan, tetapi bisa berasal dari gangguan hati yang ringan.

Berbagai obat-obatan dapat menyebabkan gatal, yaitu barbiturat, aspirin dan obat lainnya yang menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu.

PENGOBATAN
Penting untuk mengetahui penyebab dari gatal-gatal, karena jika penyebabnya diketahui maka bisa dilakukan tindakan untuk mengobati penyebabnya tersebut.

Jika kulit meradang, bisanya diberikan krim atau lotion pelembab yang tidak berbau dan berwarna. Pewarna atau aroma tambahan bisa mengiritasi kulit dan menyebabkan gatal-gatal.

Bisa juga diberikan senyawa yang mengandung mentol, kamper, kamomil, eukaliptus dan kalamin.

Krim corticosteroid yang bisa membantu mengurangi peradangan dan mengendalikan gatal-gatal, hanya digunakan jika gatal-gatal terbatas pada suatu daerah yang kecil.

Antihistamin per-oral (misalnya hydroxizin dan diphenhydramine) bisa membantu mengurangi gatal-gatal, tetapi obat ini menyebabkan kantuk.
Antihistamin biasanya tidak diberikan dalam bentuk olesan langsung ke kulit karena bisa menyebabkan reaksi alergi.

Fasitis Nekrotisasi

Fasitis Nekrotisasi

DEFINISI
Fasitis Nekrotisasi adalah suatu infeksi jaringan yang menyerang kulit, lemak di bawah kulit, selubung otot dan otot.

PENYEBAB
Fasitis bisa disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, baik bakteri aerob maupun bakteri an-aerob.
Fasitis yang sangat berat dan biasanya berakibat fatal, disebabkan oleh spesies streptokokus yang ganas, yang seringkali disebut sebagai bakteri pemakan daging.

Jenis infeksi ini terjadi jika bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka atau lecet di kulit. Bakteri tumbuh dan melepaskan racun yang:
- secara langsung menghancurkan jaringan
- mempengaruhi aliran darah ke jaringan
- mencerna materi di dalam jaringan sehingga bakteri menyebar lebih cepat
- menyebabkan efek sistemik yang luas (misalnya syok).

GEJALA
Infeksi bisa berawal sebagai bintik kecil kemerahan yang terasa nyeri atau sebagai benjolan di kulit.
Bintik atau benjolan tersebut dengan segera akan berubah menjadi bercak ungu atau merah tua yang terasa nyeri dan segera menyebar. Daerah tengahnya menjadi hitam dan mati (nekrotik).

Daerah yang terkena tampak membengkak dan mengalami perubahan warna. Kulitnya robek (luka terbuka), disertai nyeri.
Kulit di sekitar luka teraba hangat, tampak merah, menonjol dan meradang.
Terjadi rembesan cairan kekuningan yang jernih atau mengandung darah atau seperti nanah.

Bisa timbul gejala sistemik berupa:
- demam
- berkeringat
- menggigil
- mual
- pusing
- lemah
- syok.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan perubahan yang terjadi di kulit dan adanya jaringan berwarna kehitaman (jaringan yang mati, gangren).
Untuk menentukan bakteri penyebabnya, bisa dilakukan pembiakan jaringan atau cairan.

PENGOBATAN
Segera diberikan antibiotik spektrum luas atau antibiotik spesifik, secara intravena agar kadarnya yang tinggi di dalam darah bisa segera mengatasi infeksi.

Pembedahan dilakukan untuk membuka dan mengeringkan daerah yang terinfeksi, serta mengangkat jaringan yang mati.
Jika infeksi telah mereda, mungkin perlu dilakukan pencangkokan kulit.

Jika infeksi menyerang tungkai dan tidak dapat diatasi, mungkin harus dilakukan amputasi.

Jika penyebabnya adalah bakteri an-aerob, maka penderita dimasukkan ke dalam suatu ruangan dengan oksigen hiperbarik.

PENCEGAHAN
Setiap luka di kulit harus benar-benar dibersihkan.
Waspada terhadap tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, nyeri, keluarnya cairan dan pembengkakan di sekitar luka.

Eritrasma

Eritrasma

DEFINISI
Eritrasma adalah infeksi pada lapisan kulit paling atas yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium minutissimum.

PENYEBAB
Bakteri Corynebacterium minutissimum.
Eritrasma banyak menyerang dewasa dan penderita diabetes; paling banyak ditemukan di daerah tropik.

GEJALA
Sering ditemukan di daerah dimana kulit bersentuhan dengan kulit, misalnya di bawah payudara dan ketiak, sela-sela jari kaki dan daerah kelamin (terutama pada pria, dimana kantung zakar menyentuh paha).

Infeksi menyebabkan terbentuknya bercak-bercak pink dengan bentuk yang tidak beraturan, yang kemudian akan berubah menjadi sisik-sisik halus berwarna coklat.

Pada beberapa penderita, infeksi menyebar ke batang tubuh dan daerah anus.
Bisa timbul rasa gatal yang sifatnya ringan.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

Bakteri akan memancarkan sinar merah jika disinari dengan lampu Wood (sinar ultraviolet).
Bakteri juga bisa dibiakkan dari contoh kulit yang terinfeksi.

PENGOBATAN
Infeksi bisa diatasi dengan erythromycin atau tetracyclin.
Bisa dibantu dengan pemakaian sabun anti-bakteri.

PENCEGAHAN
Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya eritrasma:
• Menjaga kebersihan badan
• Menjaga agar kulit tetap kering
• Menggunakan pakaian yang bersih dengan bahan yang menyerap keringat
• Menghindari panas atau kelembaban yang berlebihan.
Artikel Terkait

Eritema Nodosum

Eritema Nodosum

DEFINISI
Eritema Nodosum adalah suatu peradangan yang menyebabkan terbentuknya benjolan merah yang lunak (nodul) di bawah kulit; paling sering ditemukan diatas tulang kering, tetapi kadang menyerang lengan dan bagian tubuh lainnya.

PENYEBAB
Eritema nodosum seringkali bukan merupakan suatu penyakit tersendiri, tetapi merupakan tanda dari beberapa penyakit lainnya atau merupakan suatu sensitivitas (kepekaan) terhadap suatu obat.
Yang paling sering terserang penyakit ini adalah dewasa muda dan bisa terjadi kekambuhan.

Pada anak-anak, penyakit ini paling sering timbul setelah pilek atau nyeri tenggorokan, terutama jika penyebabnya adalah bakteri streptokokus.

Pada dewasa, penyebab yang paling sering ditemukan adalah infeksi streptokokus dan sarkoidosis.
Penyebab lainnya adalah:
• Lepra
• Koksikioidomikosis
• Histoplasmosis
• Tuberkulosis
• Psitakosis
• Limfogranuloma venereum
• Kolitis ulserativa.

Penyakit ini juga bisa merupakan suatu reaksi terhadap obat, terutama antibiotik yang mengandung sulfa, yodium, bromida dan pil KB.

GEJALA
Nodul eritema nodosum biasanya muncul diatas tulang kering, tampak seperti memar yang menonjol, yang secara bertahap warnanya akan berubah dari pink menjadi coklat kebiruan.
Nodul ini bisa menimbulkan nyeri.

Penderita mengalami demam dan nyeri persendian; kelenjar getah bening di dada kadang membesar.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan hasil pemeriskaan fisik.
Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan biopsi.

PENGOBATAN
Obat yang diduga menjadi penyebab terjadinya eritema nodosum, segera dihentikan pemakaiannya.

Jika penyebabnya adalah infeksi streptokokus, diberikan antibiotik.

Tirah baring bisa mengurangi nyeri.

Jika tidak ditemukan infeksi maupun obat sebagai penyebabnya, bisa diberikan aspirin.

Jika hanya ditemukan beberapa nodul bisa diobati dengan menyuntikkan corticosteroid langsung ke dalam nodul.
Jika nodulnya banyak, kadang diberikan tablet corticosteroid.